Rabu, 18 Januari 2012

Status Brillianno

“Guw harus bisa maafin mereka, guw harus bisa maafin mereka..” batin guw gugup berucap berkali-kali. Sepertinya rasa ini udah gak tega melihat keadaan mereka digantung selama dua hari. Sementara Rocxy juga ngerasa gak sabar menunggu keputusan guw mo di jadi in apa ketiga daging busuk itu. Di gulai,? Gak enak! Di semur, gak enak! Direndang?? Wah, daging mereka ke tua an.. bakal keras jadinya..

“Mmm,.. guw minta ama lo, Rocx,.. lepasin mereka,” pinta guw pelan. Sebagai kucing yang punya rasa ke kucingsiawian, guw musti bisa memaafkan kelakuan mereka yang sebenernya gak pantes ditiru.

Mendengar perintah guw, kontan bikin si Rocxy kaget bagai ketelen biji nangka, shock banget rasanya, campur mo marah tingkat tinggi. Bulunya, ikutan berdiri saking geregetnya

“Aku sudah lama memburu mereka, Bian. Aku ingin mereka di rebus!” gerang Rocxy kumat. “Sudah lama aku ingin melakukan itu!” sesalnya

Bebo ama si Manis langsung baca do’a, sekaligus minta pertolongan malaikat. Sementara Mocky berlaku sinis, ia optimis kalo hari ini bukan hari kematiannya.

“Baiklah,.. aku serahkan sepenuhnya mereka padamu, Bian. Aku harap setelah ini kalian berteman, Namun jika ada penghianatan di antara kalian, aku tak mau ikut campur. Urusan ku dengan mereka tidak akan berakhir, hukum buat gang kalian masih berlaku, ingat itu, Mocky.! Jangan pernah mengusik ketenangan  ku lagi!”

Rocxy menatap guw tuk yang terakhir kali sebelum ia menyerahkan ketiga kucing brandal itu. Dan setelah Rocxy menghilang, tanpa basa-basi lagi, guw langsung menyelamatkannya. Bibir Manis keburu terhenti do’anya

“Syukurlah, aku masih diberi kesempatan untuk berbaik hati denganmu, sobat!”

***

Mmmm,… hari begitu indah, apalagi Laura semakin baikan. Ia sudah mau makan, tidak seperti hari sebelumnya, ia tidak makan karena rasa lidahnya pahit. Kiman udah keliat mulai dewasa, ia berhasil macarin Rekha gebetannya, tapi untuk ceritanya gimana sampe mereka jadian? sayang Kiman belum sempet cerita ke guw.

Guw masih santai di dapur ruang belakang, nemenin Mama beres-beres. Keliatannya, Mama kerepotan, udah lama sekali beliau tidak segembira ini, menyambut hari berkumpulnya kami semua.

Rencananya, malam ini, Papa mo bikin acara dinner keluarga, Corrie dan Rekha tentunya di undang. Dan guw?? Siapa bilang kucing boleh ikut masuk ke restorant? Rumah makan mana yang ngizinin makhluk peliharaannya makan bersama majikan?? Laler aja mati terbunuh, termasuk kecoa, semut, spider, bahkan cicak! Setau guw, direstoran mana boleh ada hewan hidup, kecuali binatang mati yang disantap!

Setelah, malam ini.. besok adalah acara guw, Yup! Kontes kucing… seperti kata Ohama, kecil kemungkinan kalo guw bisa menang. Tapi gak ada salahnya kalo belom dicoba!

Guw mulai tenang, santai di lantai, tenaaang,, berharap menjelang sore ini bisa memejam kan mata sesaat, entah berapa jam,.. berharap tenang,.. sambil mendengar Mama bersenandung lagu favoritenya,.. Agnes monica. Kenapa selera Mama bisa gak imbang sama usianya? Itu karna ketularan sama anak perempuannya, Lidya. Sewaktu Lidya protes, Mama bela nya gini

“Eh, gak bisa dong. Sewaktu Mama masih gadis, Mama dulu yang lebih kenal sama Agnes, kamu itu yang ikutin Mama!”

“Masa’ sih?? Emang lagu apa yang terkenal waktu zaman Mama?”

“Waktu itu, Agnes belom nyanyi,. Tapi masih jadi presenter tralala-trilili…”

Lamunan guw tak terasa mulai memasuki suasana mimpi.. tenaaang! Tapi beberapa detik kemudian,..”Aaaaaaaarrrrggggghhh,….!!!!” teriakan Mama yang menggelegar membuat guw kembali terbangun. Sontak menjadi sadar, rasa kantuk guw hilang.

Nyaris semua keluarga yang ada di dalem rumah pada mengumpul ke dapur.

“Kenapa, Ma?” Tanya Lidya bingung

“Anting Mama,.. satunya masuk ke pipa pembuangan air,”

“Biar Corrie yang Bantu cari in, Tante!” cowok ganteng itu ber sigap

Corrie sama Kiman ngebantu ngelepasin peralon, satu demi satu. Guw bareng cewek –cewek yang ada di belakangnya memperhatikan secara seksama. Sesaat, guw mengendus ada sesuatu yang gak beres, guw makin ngedeket.. tuh bener kan! Ada tikus! Guw gak terang memandang siapa gerangan tikus itu hanya buntutnya terlihat terluka.

“Gak ada , Tante!” simpul Corrie menyesal

Jangan-jangan,.. tikus itu yang membawanya pergi, gak mungkin benda yang punya berat masa dapat cepat terbawa arus air sejauh pipa, jika bukan tikus itu yang membawanya.  Guw teringat sesuatu,…

Malam itu, didapur. Dikala jam tugas ronda guw, Guw kedatangan tamu  sicantik Clara, tikus nakal ini masih saja hidup.. guw pikir udah mati ke kenyangan! Salutnya, kedatangannya kali ini tidak disertai teman groupnya yang ingin mencuri banyak menu stock makananya, ia sekedar ingin mengabarkan sesuatu…

“Ada peraaaangggg, adaaaa peraaaannnggg!!!...” katanya belagu ketakutan

Guw mengernyitkan dahi “Ceritakan dengan jelas Clara, kenapa ekormu berdarah?”

“Aku sudah perintahkan pada pasukanku untuk tidak mencampuri urusan kucing-kucing preman itu, tapi apa yang terjadi, aku harus terima luka ini sebagai bentuk wujud kesetiaanku,.. aku yakin beberapa pasukanku sudah ada yang gugur..”

“GASWAT,… Clara yang membawanya pergi,.. pencuri itu…” guw langsung bertindak menuju ke suatu tempat, dimana Clara tinggal?

Tidak ada komentar: